Selasa, 17 Mei 2011

Program Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dengan Menggunakan Kolam Terpal


Nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu ikan air tawar yang paling banyak dibudidayakan. Ikan jenis ini dapat dibudidayakan di air tawar, payau, dan laut karena nila toleran terhadap salinitas yang luas (euryhaline). Saat ini teknik budidaya ikan nila telah dikembangkan selain menggunakan kolam sungguhan dapat  juga dibudidayakan di kolam terpal yang merupakan salah satu inovasi pengembangan kolam tadah hujan, serta pemanfaatan lahan kritis dan sempit.
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam membuat kolam terpal antara lain:
1.        fSumber air untuk mengisi kolam terpal
Sumber air berupa air sumur, air PAM, air hujan yang ditampung, dan lain-lain yang layak digunakan. Lebih ideal lagi jika kolam terpal mendapat pasokan dari sungai, saluran irigasi, waduk, atau danau.
2.        Ketinggian lokasi
Ketinggian lokasi perlu diperhatikan karena terkait dengan suhu air. Untuk budidaya ikan nila, ketinggian yang cocok adalah 0-500 m dpi.
3.        Ukuran ikan
Ukuran yang akan dipelihara perlu dipertimbangkan karena terkait dengan kedalaman air di dalam kolam. Misalnya, benih nila cocok dipelihara pada kedalaman air 40-50 cm. Untuk menampung air sedalam 40 cm, cukup dibuat kolam dengan ketinggian atau kedalaman sekitar 60 cm. Untuk usaha pembesaran yang menggunakan benih ukuran 20-30 g/ekor, dibutuhkan kedalaman air antara 80-100 cm. Untuk menampung air sedalam 100 cm, diperlukan kolam dengan ketinggian atau kedalaman sekitar 120 cm. Ukuran kolam antara lain 3,5 x 1 x 1,5 m3 atau 4 x 2 x 1,5 m3 tergantung luas lahan yang akan dimanfaatkan.
4.        Dasar tanah dan kerangka yang digunakan
Dasar tanah untuk peletakan kolam terpal harus rata, begitu pula dengan kerangka yang digunakan hendaknya tidak berbahan tajam karena dapat membuat terpal sobek. Bila tanah tidak rata, sebaiknya diberi lapisan dan pelepah batang pisang atau sekam padi. Selain berfungsi meratakan tanah, kedua bahan ini dapat menstabilisasi suhu.
 5.        Peralatan Pendukung
Dalam pengelolaan kualitas air di kolam terpal diperlukan beberapa peralatan, baik untuk menjaga ketersediaan air maupun untuk memelihara kualitas air. Beberapa peralatan yg perlu disediakan antara lain aerator atau blower  untuk meningkatkan kandungan O2, pompa, selang atau pipa yang digunakan untuk mengalirkan air dari sumber air ke kolam terpal ataupun untuk membersihkan dasar kolam dengan cara melakukan sifon


Jenis Kolam Terpal
Berdasarkan bahan dan cara membuatnya, terutama dinding atau kerangka kolam maka dikenal adanya beberapa jenis kolam terpal, antara lain:
a.         Kolam terpal dengan kerangka bambu, kayu, pipa ledeng, atau besi.
b.        Kolam terpal dengan dinding batako atau batu bata.
c.         Kolam terpal dengan dinding tanah.
d.        Kolam beton atau kolam tanah berlapis terpal.
Kolam 1 dan 2 tersebut termasuk ‘kolam terpal di atas permukaan tanah”; kolam 3 merupakan ‘kolam terpal di bawah permukaan tanah”; dan kolam 4 dapat berupa ‘kolam di bawah permukaan tanah atau di atas permukaan tanah”

Keunggulan Kolam Terpal
1.        Mudah diterapkan atau diaplikasikan di berbagai tempat.
2.        Mudah dibersihkan dan dipindahkan (fleksibel).
3.        Nilai survival rate (SR) di kolam terpal lebih tinggi.
4.        Padat penebarannya sewaktu-waktu dapat ditingkatkan.
5.        Pertumbuhan ikan dapat dipacu dan hasilnya tidak berbau lumpur, dan
6.        Secara finansial lebih murah.
Selain itu, teknik budidaya di kolam terpal dapat pula dilakukan untuk pembenihan, pendederan, serta pembesaran untuk menghasilkan nila konsumsi dan induk. Dengan adanya teknik budidaya ikan di kolam terpal ini diharapkan masyarakat yang mempunyai lahan sempit dan persediaan air terbatas mampu melakukan pemeliharaan ikan di sekitar rumah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar